Xiaomi Meresmikan Strategi Laba Perangkat Hardware

0
19
Smartphone terbaru Mi 6X keluaran dari Xiomi (Foto: Istimewa)
CHINA-ASPEKBISNIS.COM: Pemimpin teknologi global Xiaomi menjanjikan kepada semua penggunanya bahwa perusahaan akan selamanya membatasi margin laba bersih setelah pajak untuk seluruh penjualan hardware (termasuk smartphone, IoT dan produk lifestyle) hingga maksimum 5%. Kebijakan ini mencerminkan visi pendiri dan CEO Lei Jun tentang “inovasi untuk semua orang.”
Inisiatif seperti ini jarang terlihat dalam sejarah dunia bisnis. Xiaomi membuat pengumuman ini pada peluncuran smartphone terbaru Mi 6X, yang merupakan contoh nyata dari komitmen tersebut. Untuk RMB1.599 atau sekitar Rp3,5 jutaan, Mi 6X diperkuat oleh Qualcomm Snapdragon 660, dual kamera 20MP, dan software AI terbaru untuk foto portrait yang indah – spesifikasi yang biasanya hanya tersedia di smartphone dalam kategori RMB 3.000 atau sekitar Rp6,5 jutaan. Hal inilah yang menunjukkan filosofi “spesifikasi yang sama, setengah harga”.
Beberapa hari yang lalu, dewan kepengurusan Xiaomi mengeluarkan resolusi sebagai berikut: Untuk akhir tahun keuangan 2018 dan setiap tahun sesudahnya, Xiaomi menjanjikan kepada semua penggunanya bahwa perusahaan akan membatasi margin laba bersih setelah pajak untuk seluruh penjualan hardware (termasuk ponsel pintar, IoT dan produk lifestyle) hingga maksimum 5%. Jika margin tersebut melebihi 5% pada tahun tertentu, Xiaomi akan mendistribusikan margin tersebut kepada para pengguna melalui cara yang masuk akal.
Janji Xiaomi yang cukup berani tersebut dilandasi oleh model bisnis unik dan kuat, yang terdiri dari tiga pilar pertumbuhan sinergis: (1) hardware inovatif dengan kualitas tinggi dan desain yang menarik untuk memberikan pengalaman pengguna yang luar biasa; (2) ritel baru yang sangat efisien, dan (3) beragam layanan internet yang menarik.
Sistem operasi MIUI milik perusahaan mencakup banyak aplikasi yang juga dirancang oleh Xiaomi sendiri. Aplikasi-aplikasi ini tidak hanya menawarkan pengalaman pengguna yang mempromosikan keterlibatan dan kesetiaan pelanggan – tapi juga berfungsi sebagai saluran pemasaran dengan pesan yang terintegrasi dengan mulus ke dalam konten yang dapat meningkatkan pengalaman pengguna. Sumber pendapatan perusahaan melalui layanan Internet lainnya mencakup layanan streaming video dan langganan berbayar oleh pengguna konten hiburan premium, seperti video online, konten pustaka online dan layanan keuangan Internet.
“Sejak awal, kami memulai misi besar untuk mencapai inovasi, kualitas, desain, pengalaman pengguna dan peningkatan efisiensi, untuk menyediakan produk dan layanan teknologi terbaik dengan harga terjangkau. Kami berharap produk dan layanan kami akan membantu para pengguna untuk bisa mencapai kehidupan yang lebih baik,” komentar Lei Jun dalam keterangan resminya beberapa hari lalu.
Xiaomi juga telah memperluas bisnisnya ke ranah IoT dan produk lifestyle melalui pendekatan “Mi Ecosystem”. Produk ekosistemnya mencakup berbagai peralatan smart home, wearables, dan speaker AI yang dapat mengontrol lebih dari 100 jenis perangkat. Ekosistem ini dibangun berdasarkan kemitraan kolaboratif antara Xiaomi dan puluhan perusahaan afiliasi yang memiliki visi serupa dengan Xiaomi yaitu “inovasi untuk semua orang”.
“Saat kami meresmikan prinsip dasar Xiaomi ini, kami melakukannya dengan keyakinan kuat bahwa strategi kami untuk memberikan akses Internet kepada para pengguna akan memungkinkan kami untuk menggunakan rekam jejak kami yang kuat untuk berekspansi lebih jauh di Asia, Eropa, dan di seluruh dunia. Bahkan, pengaruh Xiaomi terhadap kondisi pasar di seluruh dunia telah secara signifikan menurunkan hambatan bagi konsumen untuk bisa menikmati produk dan layanan berkualitas tinggi,” ungkap Lei Jun (*/ABC)