Proyek SPAM Umbulan Pemprov Jatim Siap Libatkan Pihak Swasta

0
14
Proyek infrastruktur Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang menelan biaya sebesar Rp. 2,05 triliun. Pihak pemprov Jatim segera menggandeng dan mengunakan menggunakan metode KPBU atau public private partnership dengan melibatkan pemerintah pusat dan pihak swasta.(Foto: Istimewa)
SURABAYA-ASPEKBISNIS.COM :  Proyek infrastruktur Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang menelan biaya sebesar Rp. 2,05 triliun. Pihak pemprov Jatim segera menggandeng dan mengunakan menggunakan metode KPBU atau public private partnership dengan melibatkan pemerintah pusat dan pihak swasta.
Gubernur Jatim, Soekarwo mengatakan, jika proyek SPAM Umbulan rampung, maka air tersebut dapat melayani kebutuhan air minum yang sehat dan jernih bagi lebih dari 1,3 juta jiwa masyarakat Jatim, khususnya di Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Gresik, Sidoarjo, dan Kota Surabaya.
“Keterlibatan pihak swasta ini sebagai solusi keterbatasan anggaran pemerintah karena government spending kita terbatas, yakni hanya 7,79%. Jadi ini financial engineering, skema pembiayaan baru dalam rangka pembangunan. Sebab pemerintah tidak bisa sepenuhnya membiayai dana sebesar Rp. 2,05 triliun itu” ujar Soekarwo di Surabaya, Rabu (11/7/2018)
Pakde Karwo sapaannya menambahkan, skema pembiayaan untuk kebutuhan Rp. 2,05 triliun itu adalah sebesar Rp. 818,01 milyar yang dibiayai oleh Menteri Keuangan melalui Dana Dukungan Tunai Infrastruktur (Viability Gap Funding), kemudian Rp. 369,59 milyar dari badan usaha swasta, dan sisanya Rp. 862,4 milyar dari pinjaman (loan) ke perbankan.
“Dengan skema ini, maka dihasilkan harga air yang sangat terjangkau di masyarakat, yakni Rp. 5.280/m3. Tentu ini memenuhi kewajiban pemerintah untuk menyediakan air minum yang sesuai kemampuan beli rakyat. Kami optimis proyek ini akan selesai pada bulan Juli 2019,” sambung Pakde Karwo
Ditambahkannya, proyek SPAM Umbulan ini mempunyai kapasitas sebesar 4.000 liter/detik dengan kualitas air terbaik nomor dua di dunia. Dengan keberhasilan proyek ini, dirinya makin termotivasi untuk mewujudkan proyek pembangunan-pembangunan lainnya dengan metode PPP.
“Kami akan terus menggali kemungkinan kerjasama model PPP ini di proyek-proyek lainnya. Seperti rumah sakit, lembaga-lembaga pendidikan, pelabuhan di Probolinggo, dan proyek lainnya.” pungkasnya.(*/WE/HUM)