Prospektus Sektor Properti di Jatim Tambah Moncer

0
60
Prospektus sektor properti di Jatim sangat membaik. Ini karena pendapatan per kapita dan pertumbuhan masyarakat kelas menengah keatas di Jatim terus meningkat (Foto: Humas)
SURABAYA-ASPEKBISNIS.COM: Prospektus sektor properti di Jatim sangat membaik. Ini karena pendapatan per kapita dan pertumbuhan masyarakat kelas menengah keatas di Jatim terus meningkat, serta angka kebutuhan hunian yang belum terpenuhi atau backlog di Jatim cukup tinggi.
Gubernur Jatim,Soekarwo menjelaskan, saat ini backlog hunian umah di Jatim sudah mencapai 1.026.000, sementara pendapatan per kapita Jatim akhir tahun ini mencapai 4.275 US$, dan tahun depan diprediksi 4.400 US$. Sementara itu, kelas menengah keatas Jatim naik 350 ribu.
“Artinya kita sudah di upper middle income. Jadi, prospektus properti di Jatim bagus sekali,” terang Pakde Karwo sapaanya usai acara Grand Operning Apartemen One East Residence, di Surabaya, Minggu (6/5/2018)
Sebagai indikasi kenaikan klas menengah, menurut Pakde Karwo, adanya penurunan penjualan sepeda motor sebesar 54 ribu, tapi disisi lain, terdapat kenaikan sebanyak 9.200 lebih untuk penjualan kendaraan roda empat 1500 cc kebawah.
Dengan naiknya kelas menengah tersebut, lanjutnya, pendapatan masyarakat Jatim juga meningkat. Sebagian dari pendapatan tsb digunakan untuk kepentingan rekreasi, dan konsumsi non makan minum, termasuk membeli properti. Apalagi, masih banyak masyarakat yang belum memiliki hunian.
 Karena itu, Pakde Karwo optimis pasar properti di Jatim sangat cerah. Ditambah lagi, Jatim adalah tempat paling baik untuk berinvestasi. “Easy of doing business” Jatim nomor satu di Indonesia, ini menurut publikasi Tahun 2018 dari Asia Competitiveness Institute (ACI), Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapore” katanya.
Terkait One East Residence, Gubernur kelahiran Madiun ini sangat mendukung keberadaan apartemen ditengah kota tersebut.
“Ini contoh yang baik, yaitu membangun gedung vertikal di perkotaan, kami harap proyek-proyek serupa bisa dibangun di Malang, Jember, Kediri, dan Madiun. Sebab lahan membangun rumah disini kian terbatas” kata Pakde Karwo (*/TOP).