Perhumas Surabaya di Harapkan Kerjasama Pemprov Jatim

0
31
: Perhumas Surabaya diharapkan dapat bekerjasama dengan Pemprov Jatim.(Foto: Humas)
SURABAYA-ASPEKBISNIS.COM: Perhumas Surabaya diharapkan dapat bekerjasama dengan Pemprov Jatim. Alasannya, sinergi antara kedua lembaga ini akan memberikan manfaat bagi masyarakat, tidak hanya di Surabaya, tetapi juga masyarakat di Provinsi Jatim.
Kabiro Humas dan Protokol Pemprov Jatim Drs. Benny Sampir Wanto, M.Si meyakini, bahwa banyak hal bisa dilakukan dalam kerjasama antara  Perhumas Surabaya dengan Pemprov Jatim. Salah satu contoh, ketika diterbitkan rilis tentang pengibaran bendera, maka rilis tsb dapat menjadi rujukan anggota perhumas agar masing-masing lembaga anggota perhumas untuk mengibarkan bendera. Dengan demikian, anggota perhumas sejak awal memperoleh informasi dari Pemprov. Jatim
“Banyak hal lain yang dapat dikerjasamakan,” tegas Benny saat menjadi narasumber pada Pelantikan Pengurus Perhumas Surabaya Periode 2018-2021 “Indonesia Bicara Baik” dan Seminar PR dan Transformasi Media Digital di Hotel Luminor Surabaya, Sabtu (5/5/2018)
Dalam presentasinya, Benny menjelaskan, terdapat tiga hal yang memengaruhi kinerja humas, yakni kebijakan pimpinan terhadap tupoksi humas dan tipe pimpinan, kualitas pejabat dan staf humas, serta kemampuan humas menyesuaikan dengan lingkungannya.
Menurutnya, humas yang diberikan fungsi sebagai manajer adalah yang terbaik, yakni humas yang diberikan kewenangan untuk menyusun, melaksanakan, dan mengevaluasi program-programnya sendiri, serta diikutsertakan dalam pengambilan keputusan oleh pimpinan.
“Ini berbeda ketika humas hanya diposisikan sebagai teknisi, hanya mengclipping dan menfoto,” tambahnya. Demikian puka, ketika humas diposisikan sebagai preskripsi, hanya diajak bicara oleh pimpinan ketia ada masalah.
Ditambahkan, tipe pimpinan yang “news maker” akan memudahkan humas dalan menjalankan tugas-tugas kehumasannya. Ia memberikan pesan, tidak perlu humas menuntut harus sebagai manajer, tetapi harus membuktikan bahwa tugas kehumasannya dapat terwujud, dan pimpinan yang akan menilainya.
Dalam kesempatan sama, Benny juga mengingatkan perlunya pimpinan dan staf humas untuk memiliki kemampuan teknis, baik menulis maupun bicara. Kemampuan tsb dapat a.l. dapat diperoleh melalui pelatihan-pelatihan, termasuk oleh jajaran redaksi media. Dengan demikian, berita-berita yang dibuat berkualitas dan menjadikan dimuatnya tulisan humas oleh media.
“Salah satu indikator tulisan bagus itu kalau tulisan singkat, padat, runtut, dan mudah dipahami sehingga tidak diedit oleh media,” jelasnya. (*/TOP)