IAI Dorong Pemda Tingkatkan Akuntabilitas

0
64
Sejumlah akuntan menerima sertifikat penghargaan saat mengikuti Konferensi Regional Akuntansi (KRA) di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Kamis (3/5/2018). Mereka berkomitmen menjawab tantangan energi berkelanjutan dan financial technology. (Dokumentasi IAI)
MALANG-ASPEKBISNIS.COM: Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) mendorong pemerintah daerah terus meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pelaporan keuangan guna mencegah korupsi.
Sebab kunci dari transparansi kepada publik itu ditempuh melalui pelaporan keuangan yang akuntabel. Karenanya upaya penguatan dan perbaikan harus terus dilakukan.
“IAI sudah meluncurkan standar pelaporan keuangan,” tegas Ketua IAI Kompartemen Akuntan Pendidik (IAI KAPd) Pusat, Nunuy Nur Afiah kepada wartawan di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Kamis (3/5/2018).
Bagi IAI, lanjutnya, standar pelaporan keuangan itu bisa digunakan oleh pemda sebagai pedoman untuk memitigasi korupsi.
Dalam konteks itu, standar pelaporan keuangan yang berkualitas terletak pada sistem yang baik. Ukurannya pada level 1-5. Namun kebanyakan pemda di level tiga dan masih ada yang di level dua.
“Sistem pengendalian internal harus terus membaik. Penguatan juga diharapkan bisa memitigasi korupsi. Upaya itu yang sedang digalakkan,” katanya.
Agar bisa mencapai level lima, struktur pengendalian internalnya harus baik, semua standar operasional prosedur dilaksanakan, terdokumentasi dan didukung infrastruktur yang tersistem.
“Sejauh ini, belum ada pemda yang mampu di level lima,” ujarnya.
Di level tiga, kategori pelaporan keuangan sudah terdokumentasi, ada infrastruktur dan dilaksanakan. Namun mitigasi korupsi dinilai belum cukup efektif.
Untuk itu harus ada penguatan perangkat, infrastruktur dan terpenting komitmen para kepala daerah. Infrastruktur sesuai standar operasional prosedur juga sangat penting mengingat tersistem jauh lebih baik ketimbang hanya mengandalkan orang.
Dengan sistem yang baik bisa menjadi pencegah korupsi. Keteladanan pimpinan, terutama kepala daerah, juga sangat vital.
Sejumlah perbaikan tersebut bisa dihasilkan dari riset para akuntan. Hasilnya menjadi rekomendasi untuk diterapkan sebagai landasan bertindak bagi pemangku kepentingan dalam membuat kebijakan.
Di Konferensi Regional Akuntansi (KRA) di Malang, Jawa Timur, mereka berkomitmen menjawab tantangan energi berkelanjutan dan financial technology. Adapun jumlah paper yang masuk mencapai 220 artikel. Nantinya akan diseleksi menjadi 165 artikel terpilih.(*/GUS)
BAGIKAN