Cara Jitu Melawan Teroris Dengan Tidak Naikkan Harga Komoditas

0
15
Persatuan Salah satu kunci sukses dalam perjuangan adalah persatuan dan kesatuan. Nilai-nilai inilah yang kemudian menjadi ciri khas Bangsa Indonesia dan harus terus dipegang hingga saat ini. (Foto: Humas)
SURABAYA-ASPEKBISNIS.COM: : Gubernur Jatim H. Soekarwo mengatakan ciri keberhasilan Jatim melawan teroris adalah tidak naiknya harga-harga komoditas di pasaran. Alasannya, ekonomi adalah persepsi, dan keinginan memunculkan persepsi negatif diciptakan oleh teroris dengan melakuan peledakan bom di Surabaya.
Apabila harga-harga tidak naik, lanjutnya Gubernur sering disapa Pakde Karwo ini  maka masyarakat Jatim  berhasil melawan terorisme yang diarahkan ke Jatim.
“Untuk itu, diharapkannya masyarakat tidak takut melakukan beragam aktivitas keseharian dan atau tidak mengurangi kegiatannya. Sebab, ketakutan tsb yang menjadi tujuan dari terorisme. Selain itu, juga untuk menghancurkan NKRI,” tegas Pakde Karwo di Surabaya, Senin (14/5/2018)
Sebagai antisipasi terjadinya kejadian serupa, Pakde Karwo menegaskan kembali, dirinya dan Forkompimda Jatim melakukan penguatan kerjasama tiga pilar di Jatim, yaitu kepala desa/kelurahan, babinkamtibmas, yang didukung seluruh komponen masyarakat, seperti tokoh agama, tokoh masyarakat, dsb-nya.
Mengenai kondisi ekonomi Jatim  saat ini, khususnya terkait harga-harga, Pakde Karwo menegaskan rasa bangganya atas kebersamaan seluruh komponen di provinsi ini. Dari running text tv, misalnya, terlihat harga-harga komoditas di Jatim menunjukkan penurunan. Bawang putih yang sebelumnya Rp.28 ribu/kg turun menjadi Rp.25 ribu/kg.
Namun demikian, Gubernur Jatim ini mengingatkan harganya untuk diturunkan lagi menjadi Rp. 24 ribu/kg sesuai perhitungannya.
“Hanya beras menthik dan bengawan yang sedikit naik. Ini sebuah kondisi yang menggembirakan,” tegas Pakde Karwo (*/HUM)