Bulan Penuh Berkah KKPSS Jatim Gelar Baksos

0
112
Bulan penuh berkah di bulan Ramadhan tahun ini Komunitas warga Kabupaten Klaten, Jawa Tengah yang berada di Jatim Komunitas Klaten Perantauan Saling Sapa (KKPSS) gelar kegiatan bakti sosial (baksos) (Foto: Istimewa)
SURABAYA-ASPEKBISNIS: Bulan penuh berkah di bulan Ramadhan tahun ini Komunitas warga Kabupaten Klaten, Jawa Tengah yang berada di Jatim Komunitas Klaten Perantauan Saling Sapa (KKPSS) gelar kegiatan bakti sosial (baksos) yakni, membagikan paket takjil pada masyarakat hingga buka puasa bersama dan memberikan santunan kepada anak yatim dan kaum  dhuafa.
Ketua KKPSS Jatim Slamet Riyanto mengatakan, bahwa pemberian santunan kepada anak yatim sekaligus berbarengan dengan buka puasa bersama sebagai bentuk kepedulian sosial para anggota KKPSS Jatim untuk saling berbagi di bulan penuh berkah.
“Acara ini juga sebagai bagian dari pembelajaran kepada kita untuk melatih kepekaan sosial kita kepada orang-orang sekitar, dan juga hal ini bisa menjadi media untuk menambah semangat dalam bersilaturrahim dengan sesama muslim,”  terang Slamet di gedung Intiland Tower Surabaya, Sabtu (2/6/2018)
Menurut pria ini, KKPSS Jatim kegiatan ini rutin digelar setiap tahunnya dibulan puasa. Umumnya kata Slamet, para anggota selalu menyisihkan bagian hasil kerjanya para anggota untuk membuat kegiatan lainnya termasuk di bulan puasa.
“Para anggota KKPSS Jatim terpanggil untuk mendonasikan sebagian rejekinya untuk beberapa kegiatan sosial berupa bagi-bagi takjil dan pemberian santunan kepada anak yatim dan dhuafa seperti yang dilakukan sore ini”, jelas Slamet usai acara pemberian santunan.
Terpisah penasehat KKPSS Jatim, Edi Priyanto mengatakan, bahwa aksi pembagian paket takjil yang dilakukan KKPSS Jatim sudah berlangsung rutin tak hanya setiap bulan Ramadhan saja.
Diharapkannya kegiatan-kegiatan seperti ini bisa menggugah jiwa sosial anggotanya untuk tidak hanya berpikir dan bekerja untuk kepentingan mereka sendiri-sendiri, tetapi juga ikut berperan dengan turut serta membantu warga dan masyarakat yang lain.
“Islam mengajarkan kepada para umatnya untuk saling membantu sesama saudaranya, terutama membantu yang sedang dalam keadaan kesusahan dan kesempitan hidup. Mereka yang keadaannya demikian itu di antaranya adalah anak- anak yatim piatu dan dhuafa”, ujar Edi.
Pria mantan Kahumas PT Pelindo III ini juga  mengatakan,  bahwa anak-anak yatim piatu dan dhuafa yang berada di sekitar kita, sebagian besar hidupnya dalam keadaan yang kurang baik, karena kehilangan tulang punggung pencari nafkah dan figur orang tua dalam hidupnya. Mereka masih banyak yang tidak sanggup dalam menuntut ilmu atau tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Karena itu uluran tangan kita sebagai saudaranya tentu sangatlah berarti, tidak hanya dengan sekedar simpati saja, namun perlu adanya tindakan nyata dengan memberi bantuan materil berupa bingkisan dan santunan. Walaupun bantuan itu belum cukup memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya, akan tetapi paling tidak dapat memberikan semangat hidup bagi mereka, bahwa kita saudara-saudaranya masih mempunyai kepedulian terhadap mereka”, pungkas Edi. (*/WE/HUM)
BAGIKAN