BBM Naik ? Ini Jawaban Gubernur Jatim

0
41
Gubernur Jatim Soekarwo mulai beri solusi terkait kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi yakni , dengan menggenjot produksi industri agro di Jatim.(Fot: Dok)
SURABAYA-ASPEKBISNIS.COM : Gubernur Jatim Soekarwo mulai beri solusi terkait kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi yakni , dengan menggenjot produksi industri agro di Jatim.
Pakde Karwo sapaannya menjelaskan, Jatim mempunyai sektor agro industri yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan dalam negeri. Optimalisasi potensi ini dipastikan membantu  biaya angkut yang oleh pengusaha dibebankan kepada konsumen atau masyarakat. Dengan demikian, kenaikan bbm yang akan diikuti naiknya harga komoditas lain akan tereliminasi.
Pakde Karwo menyebutkan, pihkanya , sudah dibicarakan saat pertemuan dengan Mendagri dan  Gubernur se Indonesia di Jakarta kemarin.
“Misalnya, Bangka Belitung mempunyai timah dan pala yang dibutuhkan Jatim, sedangkan Jatim memiliki beras yang dibutuhkan Bangka Belitung. Subtitusi bahan baku seperti itu, harus dilakukan agar menekan harga,”terang  Pakde Karwo di Surabaya, Rabu (4/7/2018)
Menurutnya,  hal tersebut merupakan keniscayaan, karena berada dalam lingkaran yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi.
“Ini masih saya rapatkan, apa-apa yang bisa kita tekan dari naiknya bbm agar tidak mempengaruhi daya beli. Kita cari faktor apa yang bisa ditekankan,” ujarnya.
Jumlah UMKM kata Pakde Karwo,  sangat banyak mendukung subtitusi bahan baku tersebut. Apalagi, 18 juta lebih tenaga kerja berada di sektor UMKM, yang bisa memaksimalkan sektor agro industri.
Pemprov Jatim, lanjutnya, saat ini masih mencari formula lain untuk menstabilkan harga dan serta menekan agar harga tidak terlalu naik. Ia memahami, faktor yang membikin harga naik berasal dari bermacam macam variabel, bukan hanya ongkos distribusi saja. Apabila nantinya diperlukan otoritas instansi lain seperti polda dan kejaksaan, maka juga akan diajak bicara.
“Kenaikan tsb harusnya tidak linear, artinya tidak semua kebutuhan harus naik. Maka harus dicari dan ditabulasi barang apa yang naik, dan upaya apa yang harus dilakukan untuk menekan harga,” ungkapnya. (*/WE/HUM)